REAKSINEWS.COM || Sebanyak enam titik di Jawa Barat disiapkan sebagai lokasi pemantauan hilal untuk menentukan awal puasa Ramadan 2026. Pemantauan ini akan menjadi dasar pelaporan ke pemerintah pusat sebelum penetapan resmi melalui sidang isbat.
Berdasarkan Informasi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman mengatakan, beberapa titik pemantauan tersebut berada di Banjar, Subang, Sukabumi, Bandung, Cirebon, dan Pangandaran.
Menurutnya, titik-titik tersebut telah ditetapkan sebagai lokasi resmi pemantauan hilal di wilayah Jawa Barat.
“Untuk pemantauan hilal yang menjadi dasar penetapan awal Ramadan di Jawa Barat, ada enam titik yang nantinya akan dilaporkan ke pusat melalui sidang isbat,” kata Dudu saat ditemui di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Selasa, 17 Februari 2026.
Lebih Lanjut, Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan sejumlah daerah yang digabungkan ke titik pengamatan tertentu.
Wilayah Kota Bandung dan Sumedang, misalnya, melaksanakan rukyatul hilal di kawasan Universitas Islam Bandung. Sementara Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Ciamis dipusatkan di Banjar. Kemudian, Indramayu dan Majalengka bergabung dengan Cirebon yang dipusatkan di kawasan pantai.
Adapun Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Purwakarta, dan Karawang melaksanakan pemantauan di Subang. Sedangkan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, dan Cianjur bergabung di Sukabumi, tepatnya di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas.
“Khusus Pangandaran, pemantauan hilal dilakukan secara mandiri di kawasan pesisir,” ujarnya.
Dudu menuturkan, hasil pemantauan dari setiap titik akan dilaporkan dan menjadi bahan pembahasan dalam sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli falak dan organisasi kemasyarakatan Islam.












































