REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Semangat Hari Juang TNI AD 2025 terasa membara di Kampung Cipanas, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sekira pukul 08.00 WIB, Forkopimcam Cibadak bersama Kodim 0607/Kota Sukabumi, Polsek Cibadak, Lurah, RT/RW, dan masyarakat tumpah ruah melakukan karya bakti massal membersihkan situs bersejarah pemandian air panas peninggalan Belanda yang lama terbengkalai.
Serma Aprias dari Kodim 0607/Kota Sukabumi mengungkapkan bahwa kegiatan karya bakti ini sekaligus menjadi momentum menemukan kembali aset sejarah yang bernilai tinggi.
“Pemandian air panas peninggalan Belanda ini sudah lama tergerus aliran sungai dan tidak terurus. Alhamdulillah di Hari Juang TNI AD kita bersihkan bersama warga dan Forkopimcam. Harapan kami, tempat ini kembali rapi, bersih, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Area pemandian air panas alami yang berada di RW 23 dan RW 24 ini memiliki empat pancuran aktif. Bahkan, menurut catatan warga, dulunya di kawasan tersebut terdapat semacam hotel yang digunakan orang Belanda untuk mandi air panas.
Lurah Cibadak Ridwan Kurniawan menegaskan bahwa lokasi ini bukan sekadar tempat pemandian biasa, tapi bagian dari sejarah panjang Cibadak yang harus dilestarikan.
“Ini situs sejarah peninggalan Belanda. Dulu sudah ada pemandian air panas dan bangunan hotelnya. Kami sedang mengusulkan ke Dinas Pariwisata dan Forkopimcam agar mendapat perhatian pembangunan tahun 2026,” jelasnya.


Ia berharap pemandian air panas ini bisa menjadi destinasi wisata baru untuk mengangkat ekonomi masyarakat setempat.
Kapolsek Cibadak AKP I. Djunaedi menekankan pentingnya sinergi TNI–Polri–pemerintah–masyarakat dalam merawat situs sejarah.
“Ini ikon Kampung Cipanas yang hampir terlupakan karena banyaknya tempat wisata baru. Melalui Hari Juang TNI AD, kita ingin menggugah warga agar kembali aktif menjaga budaya gotong royong,” tegasnya.
Ia juga memastikan sudah ada komunikasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan situs ini bisa terealisasi pada 2026
Ketua RW 024 Neglasari, Widodo, mengaku bangga dengan antusiasme warga yang terlibat. Tiga wilayah RW (23, 03, dan 24) terjun langsung ke lokasi yang sebelumnya sangat kumuh.
“Tempat ini bagus dan punya nilai sejarah. Jangan ada pembiaran lagi. Banyak warga berobat gatal-gatal di sini karena airnya alami dan hangat. Wisatawan lokal pun sering datang. Kami ingin pemerintah benar-benar memberi perhatian,” tegas Widodo.
Warga berharap pemandian air panas alami ini bisa menjadi wisata lokal unggulan yang terkoordinir dengan baik, sehingga kunjungan wisatawan bisa lebih tertata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karya bakti Hari Juang TNI AD 2025 bukan hanya soal bersih-bersih, tetapi menghidupkan kembali warisan sejarah yang hampir hilang. Antusiasme warga, dukungan Forkopimcam, dan dorongan untuk masuk program pembangunan 2026 membuat harapan semakin nyata.
Reporter : Idam
Kabiro Sukabumi












































