REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Proyek pengaspalan jalan lingkungan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuai sorotan dari masyarakat. Jalan yang baru saja dikerjakan tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan karena sudah menunjukkan kerusakan meski belum lama selesai dibangun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan dengan panjang sekitar 650 meter dan lebar 1 meter itu tampak tidak merata. Pada beberapa titik, permukaan aspal terlihat sangat tipis hingga batu kerikil masih tampak jelas. Bahkan sebagian ruas terlihat mulai mengelupas, memunculkan dugaan bahwa kualitas pengerjaan tidak sesuai standar konstruksi yang diharapkan.
Di lokasi proyek, terpasang papan informasi kegiatan yang menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan Pelaksanaan Pembangunan Desa – Pengaspalan Jalan Lingkungan yang berlokasi di Kampung Cikarasan. Proyek ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp98.000.000, berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat, dan dilaksanakan oleh TPBJ Desa Mekarjaya.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kondisi jalan yang belum lama selesai dibangun tersebut. Mereka menilai hasil pengerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.
“Baru beberapa waktu selesai dibangun, tapi aspalnya sudah terkelupas. Tipis sekali. Kami khawatir tidak lama lagi rusak parah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (3/12/2025).
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera melakukan pengecekan ulang terhadap kualitas pengerjaan. Mereka juga meminta adanya perbaikan lanjutan agar jalan dapat digunakan secara layak dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Terpisah, ketika dikonfirmasi terkait keluhan warga, Kepala Desa Mekarjaya, Utom Bustomi, memberikan penjelasan bahwa pengerjaan di lokasi tersebut memang belum selesai sepenuhnya.
“Pengerjaan tersebut memang seperti itu, lantaran baru 75 persen dan belum selesai. Rencananya jalan ini akan di-hotmix,” jelas Utom saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (4/12/2025).
Ia memastikan bahwa tahap selanjutnya, yaitu pengaspalan hotmix, akan membuat kondisi jalan lebih baik dan lebih kuat sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan adanya keluhan warga dan klarifikasi dari pemerintah desa, masyarakat kini menunggu tindak lanjut pekerjaan agar proyek tersebut benar-benar memenuhi standar serta sesuai dengan tujuan pembangunan desa.
Jul












































