REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) resmi memulai proyek pembangunan Jembatan Tarisi Sungai Cicareuh, yang berlokasi di Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara. Pekerjaan tersebut ditandai dengan terpasangnya papan informasi proyek di area pembangunan.
Berdasarkan data yang tercantum pada papan proyek, kontrak kerja pembangunan jembatan dimulai sejak 7 Agustus 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp919.050.000,00. Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditargetkan selama 120 hari kalender, atau sekitar empat bulan sejak penandatanganan kontrak. Pekerjaan dipercayakan kepada pelaksana CV. Karya Darmawan.
Kehadiran Jembatan Tarisi ini sangat diharapkan masyarakat karena menjadi akses vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Warungkiara. Dengan terbangunnya jembatan tersebut, mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga roda perekonomian lokal diharapkan bisa semakin lancar.
Namun, di balik proses pembangunan, muncul dugaan kendala nonteknis. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya salah satu oknum yang mengaku sebagai bagian dari Kelompok Kerja (Pokja) wartawan diduga meminta uang jutaan rupiah kepada kontraktor. Permintaan tersebut diklaim sebagai biaya “koordinasi” agar tidak muncul pemberitaan negatif selama pembangunan berlangsung.
Praktik semacam ini menuai sorotan karena berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas proyek pemerintah. Kontraktor maupun pihak terkait diharapkan dapat melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) tersebut kepada aparat berwenang agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak terbebani oleh praktik-praktik yang merugikan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri menegaskan bahwa proyek infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, harus dikerjakan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan nilai proyek hampir Rp1 miliar, keberhasilan pembangunan Jembatan Tarisi di Warungkiara akan menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sukabumi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Tim












































