REAKSINEWS.COM || Khutbah Jumat ISLAM MENOLAK KERAS PRIMORDIALISME RASIS✍🏽
Oleh. UstLathief Abdallh (Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِ الْــمُؤْمِنِينَ فَأَصْبَحُوا بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا مُتَحَابِّيْن، وأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلـهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِلَهُ اْلأَوَّلِيْن وَاْلآخِرِيْن، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَاتِمُ اْلأَنْبِيَاءِ وَإِمَامِ الْــمُرْسَلِيْن.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
أَمَّا بَعْدُ،فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْن، قَالَ اللهُ جَلَّ فِي عُلَاه:
يَاأَيُّهَاالَّذِينَ آَمَنُوااتَّقُوااللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ إِلَّاوَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّاخَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّاللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَتْرُكُونَهُنَّ: الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ، وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ، وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ، وَالنِّيَاحَةُ»
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan selalu taat dengan segala apa yang Ia perintahkan, dan menjauhi semua yang Ia larang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang konsisten dan teguh dalam berpegang kepada syariat Allah.
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Di antara strategi penjajahan baik masal lalu maupun modren adalah adanya gerakan adu domba, dikenal dengan istilah Devide et impera atau politik pecah belah. Antara lain menghidupkan primordialisme kesukuan atau ras.
Primordialisme rasis adalah pandangan atau paham yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak lahir, seperti suku, kepercayaan, ras, adat istiadat, dan tradisi lokal. Menutup diri terhadap perbedaan, dan beranggapan bahwa kelompoknya, sukunya lebih unggul dari yang lain.
Primordialisme rasis akan memunculkan sikap rasisme yang menimbulkan dampak yang sangat berbahaya; seperti memicu konflik antar kelompok, diskriminasi terhadap kelompok lain, dan dapat memecah belah persatuan
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Dalam sejarah, strategi pecah belah melalui gerakan primoridalisme rasis ini diterapkan dalam meruntuhkan persatuan dunia Islam dipenghujung kekuasaan khilafah islamiyah abad 19. Munculnya pan arabisme sebagai contah gerakan memisahkan dari kesatuan Islam khilafah Islamaiyah yang saat itu berpusat di Turki (Turki Ustmani).
Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Di tengah berbagai permasalahan negeri Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim, muncul suara- suara beraroma primordialisme rasis berjubah agama. Mencela nasab yang bebeda, seraya menagungkan nasab kelompoknya, memuji-muji nenek moyangnya. Menolak tokoh agama atau ulama yang bukan dari pribumi atau bukan dari kelompoknya. Hal itu kita saksikan menjadikan perpecahan, permusuhan bahkan bentrokan. Hal demikian sungguh perbuatan ironi, memilukan dan memalukan. Tentu itu bukan lahir dari cara pandang islam. Tapi terjebak oleh pihak yang mengadudomba. Agar umat disibukan dengan perbedaaan, perpecahan dan permusuhan secara internal.
Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah…
Promordialisme dalam islam disebut Ashabiyah. Suatu prilaku panatisme kesukuan di masa ajahiliyah yang dicela keras oleh Islam. Sebagaimana dalam hadits, Nabi SAW bersabda;
لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ
“Bukan termasuk golongan kami orang yang mengajak kepada ashabiyah, bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah.”[HR. Abu Dawud].
وَمَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِيَّةٍ يَغْضَبُ لِلْعَصَبِيَّةِ، وَيَنْصُرُ لِلْعَصَبِيَّةِ، وَيَدْعُوْ لِلْعَصَبِيَّةِ فَقِتْلَتُهُ جَاهِلِيَّةٌ
“Siapa saja yang terbunuh di bawah panji buta, dia marah karena ‘ashabiyah, menolong karena ‘ashabiyah dan menyerukan ‘ashabiyah, maka dia mati jahiliah.” [HR. Biahaqi]
Ketika ada sahabat menghina nasab sahabat lainnya, Nabi SAW menegornya seraya berkata,
إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ
“Di dalam dirimu terdapat sifat jahiliah!” (HR. Al-Baihaqi).
Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah..
Semua manusia di dunia asalnya adalah sama yaitu bani (turunan) Adam. Kemudian derajatnya manusia ditinggikan karena keimanan dan ketaqwaannya.
يااَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. [QS.Al-Hujurat(49) Ayat:13]
Ayat agung di atas dikuatkan oleh sabda Rasulullah SAW;
أَيُّهَا النَّاسُ! أَلاَ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، أَلاَ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ وَلاَ لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ وَلاَ أَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى
“Wahai manusia! Ketahuilah bahwa Tuhan kalian adalah satu, dan bahwa nenek moyang kalian adalah satu. Ingatlah bahwa tidak ada keunggulan bagi seorang Arab atas non-Arab, atau sebaliknya, dan tidak ada keunggulan bagi orang yang berkulit putih atas kulit hitam, atau sebaliknya, kecuali dengan ketakwaan.” (HR Ahmad dalam Jami’ul Hadits)
Ketika manusia sudah beriman disebutlah muslim. Maka saudara Sebani Adam meningkat menjadi saudara seiman. Tidak lagi diperhatikan nasabnya, warnanya, bahasanya, madzhabnya, ormasnya. Semuanya adalah” ikhwan”.
Allah SWT, Berfirman;
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara”. (QS. [Ali ‘Imran (3) ayat:103]
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya dizalimi. [HR. Bukhari Muslim]
Hadiri Jamaah Jum’at Rahimakumullah….
Allah SWT hanya berpesan agar saat kita mati kita tetap sebagai muslim
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.[Ali ‘Imran (3) ayat:102]
Allah tidak berpesan agar kita mati sebagai Hanafiyun, Malikiyun, Syafiiyun, Hambaliyun, Nahdiyun, Muhammadiyun, Balawiyun, Nusantariyun, atau apa namanya. Tapi hanya diminta sebagi seorang muslim.
Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah…
Kaum Muhajirin dan anshar adalah dua kelompok sahabat terbaik nabi. Namun saat mereka membanggakan keansharannya, kemuhajirinannya di tengah-tengah kaum muslimin, nabi menyebut sikap mereka sebagi ‘da’wa jahiliyah muntinah’, ‘bau jahilyah yang menjijikan’!
Oleh karena itu jauihilah setiap kelompok yang menyeru untuk kelompoknya, untuk kesukuannya, membangga-banggakan nasabnya, mencela kelompok lain, membenci nasab yang berbeda dan memecah belah persudaraan.
Ingatlah Nabi SAW bersabda;
مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِلْعَصَبَةِ وَيُقَاتِلُ لِلْعَصَبَةِ فَلَيْسَ مِنْ أُمَّتِى وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أُمَّتِى عَلَى أُمَّتِى يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا لا يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلا يَفِى بِذِى عَهْدِهَا فَلَيْسَ مِنِّي
“Siapa yang keluar dari ketaatan dan memecah-belah jamaah (umat Islam), lalu mati, dia mati dalam keadaan mati jahiliah. Siapa yang terbunuh di bawah panji buta, dia marah untuk kelompok dan berperang untuk kelompok, dia bukan bagian dari umatku. Siapa saja yang keluar dari umatku untuk memerangi umatku, memerangi orang baik dan jahatnya, serta tidak takut akibat perbuatannya atas orang Mukminnya dan tidak memenuhi perjanjiannya, dia bukanlah bagian dari golonganku.” [HR Muslim, Ahmad, Ibnu Majah dan an-Nasai].
Hadirin Jamaah Jum’at Rohimakumullah…
Marilah kita jaga keimanan, ketaqwaan dan persauadaran kita. Semoga kita wafat temasuk ke dalam golongan kaum muslimin. Amn. Yrb.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
______________________________
Khutbah Kedua:
______________________________
اَلْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ اَلدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ :
فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ،
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ











































