REAKSINEWS.COM || WaliKota Sukabumi membuka secara langsung kegiatan Dialog Kebangsaan Dalam upaya memperkuat ketahanan nasional dan mencegah penyebaran paham radikal terorisme, sebuah kegiatan Dialog Kebangsaan diselenggarakan dengan melibatkan berbagai elemen Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan (Ormas Keagamaan) pada 12 Juni 2025.
Bertempat di Ballroom Hote Bountie, Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme” dan bertujuan untuk membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat moderasi beragama.

Wali Kota Sukabumi dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah kota Sukabumi berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat,tokoh agama dan aparat hukum untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui program-program modern beragama yang ditandai dengan pencapaian kota Sukabumi sebagai tertoleran se-Indonesia peringkat ke enam.
Ketika diwawancarai Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan kegiatan Dialog kebangsaan penanganan penanganan terorisme menurutnya Kota Sukabumi sudah mempunyai basis yang baik, Daerah paling toleran nomor satu di Jawa Barat pada tahun 2025.
“Kita akan tumbuh kembangkan kota toleran ini menjadi ya masuk menjadi kategori tiga besar di Indonesia ya.”ujarnya
Menurutnya dalam pencegahan terorisme tersebut semua kalangan harus bersatu
Dialog yang berlangsung secara terbuka ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Deputi I BNPT, Direktur Pencegahan BNPT, Ketua DPRD Kab.Sukabumi, Unsur Forkopimda, Tokoh-tokoh lintas agama, akademisi, aparat keamanan, serta perwakilan dari berbagai ormas keagamaan.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dalam pemaparannya menyampaikan terdapat lima hal penting dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia antaralain: Pendekatan Holistik dalam Penanggulangan Terorisme, Peran Keluarga dan Pendidikan, Kolaborasi Lintas Sektor dan Kelembagaan, Penguatan Regulasi dan Perlindungan HAM, dan Deradikalisasi dan Reintegrasi Sosial.selain itu peran ormas keagamaan serta melibatkan pemuda dan komunitas lokal dalam gerakan damai dan edukatif di tengah masyarakat yang sangat penting dalam merawat harmoni sosial dan menangkal narasi-narasi yang bertentangan dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Hj. Dewi Asmara, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ketika diwawancarai usia kegiatan tersebut menekankan pentingnya meningkatkan literasi keagamaan yang moderat, memperkuat komunikasi antarumat beragama, serta melibatkan pemuda dan komunitas lokal dalam gerakan damai dan edukatif di tengah masyarakat.
Mereka juga mengajak semua pihak untuk tidak memberi ruang terhadap segala bentuk ekstremisme yang mengarah pada kekerasan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kemanusiaan.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif dengan beberapa narasumber.












































