Reaksinews.com || Sukabumi – Puasa secara zahiri bermakna menahan diri dari nafsu jasadi dan syahwati sejak waktu fajar shubuh hingga masuk waktu magrib. Nafsu jasadi berupa makan dan minum, dan nafsu syahwati berupa hubungan suami istri. Puasa secara batini menjaga diri dari maksiat baik hati pikiran maupun perbuatan.
Berhenti makan dan minum di siang hari, itu puasa level satu. Mulailah tutup aurat, jauhi ngerumpi, hindari caci maki dan cuci matadusta, hianat dan inkar janji, tinggalkan pamer amal dan dosa lainnya. Sudah naik ke puasa level dua. Dan berikutnya ke level tiga jika hati dan pikiran fokus pada ilahi, tiada ruang selain-Nya.
Kata penulis kitab Ihyaulumuddin, Imam Al Ghazali, level satu itu puasanya awam, level dua puasanya khos dan level tiga puasa khos of the khos. Yang terakhir itu kelasnya para anbiya dan auliya. Usahakan naik ke level tengah, karena hewan pun mampu berpuasa di level pertama. Kabarnya untuk menghemat makanan unta mampu berpuasa 40 hari. Agar mempermudah ganti kulit ular berpuasa hingga 21 hari, dan ayam mengerami telur hingga menetas ia berpuasa selama 13 hari.
Perhatikanlah apa yang dipesankan oleh Nabi, “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut, kecuali hanya rasa lapar dan dahaga.” ( HR. Ath-Thabrani).
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)
Wahai Tuhan kami terimalah puasa kami, salat kami, rukuk kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Amin.
Pengasuh Pondok Baitul Hamdi











































