REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Beberapa hari yang lalu adanya aksi demo yang di lakukan oleh siswa/siswi SMK Negeri Gunungguruh menuai kontroversi dan jadi perbincangan masyarakat public.
Hal ini mungkin menjadi sejarah baru di dunia Pendidikan di Sukabumi , adanya aksi demo yang dilakukan oleh siswa/siswi yang merupakan protes sebagai bentuk kekecewaan dan tidak transparan dalam lingkungan sekolah tersebut.
Sebagai bentuk aksi protesnya menuai sorotan komentar yang positif dari berbagai kalangan, yang seharusnya murid itu memikirkan untuk belajar guna menjadi anak yang cerdas dan berguna bagi Negeri ini yaitu Indonesia.
Tapi hal ini tidak di indahkan di sekolah tersebut malah memikirkan pembiayaan untuk sekolah, dalam hal ini bentuk contoh kepedulian terhadap curahan para orang tuanya.
Yang memang masih adanya DSP (Dana Sumbangan Pendidikan) dan bentuk pungutan yang lainya, salah satunya yang di keluhkan orang tua siswa yang enggan di publish namanya mengatakan kepada awak Media.
“Mungkin bukan hanya saya saja yang mengeluh untuk beberapa pembiayaan di sekolah tersebut beberapa curhatan sering saya dengar dari para orang tua siswa/siswi yang lainya.
Dan mungkin kejadian aksi demo itu, bentuk perwakilan dari para orang tua wali yang mengeluh hingga sampai anak-anak harus memikirkan juga untuk biaya sekolah,” Ucapnya Kamis (24/10/24).
Dari berbagai Lembaga masyarakat serta para tokoh Aktifis, sangat terketuk hatinya untuk adik-adik yang melakukan aksi demo tersebut yang dirasakan sangat miris dan sedih.
Dalam kejadian ini, salah satu Lembaga mengkritik dengan komentar pedasnya maka dari itu sekolah tersebut harus di tindak langsung oleh Dinas terkait salah satunya oleh KCD (Kepala Cabang Dinas) Wilayah V (Lima), jangan tinggal diam harus sigap dan jangan sampai ada pembiayaran apalagi ini ada dugaan pungli bila perlu Audit sekolah itu,” Tegasnya.
(Lutfi)











































