REAKSINEWS.COM || LEBAK – Semangat kebersamaan masih terasa kuat di lingkungan Kampung Kebon Kopi RW 19, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, puluhan warga turun ke jalan dengan membawa cangkul, sapu lidi, karung, dan gerobak untuk bergotong royong membersihkan drainase yang tersumbat sampah dan lumpur.
Drainase yang selama ini tersendat kini kembali lancar setelah dibersihkan secara bersama-sama. Sampah plastik, daun kering, hingga lumpur tebal yang menumpuk berbulan-bulan diangkat oleh warga.
Sistem gotong royong warga dalam mengumpulkan sampah, dan mengeruk lumpur membersihkan drainase merupakan bukti kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, dengan suasana penuh canda, tapi semangat gotong royong nya tetap berjalan.

Ketua RW 19, Masna, mengatakan kegiatan gotong royong ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, tapi bentuk kepedulian warga terhadap lingkungannya sendiri.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan sistem kebersihan lingkungan. Kalau bukan kita yang jaga lingkungan kita, siapa lagi? Lingkungan bersih itu tanggung jawab bersama, bukan hanya pengurus RW,” ujar Masna.
Tidak Hanya Drainase, Soge Juga Jadi Target
Menurut Masna, fokus kebersihan di RW 19 tidak hanya berhenti di drainase lingkungan saja. Pihaknya mulai melakukan upaya pembersihan Solokan Gede (Soge) dari tumpukan sampah yang memenuhi hampir di sepanjang aliran.
Solokan Gede yang membentang di tengah Kota Rangkasbitung itu menjadi perhatian serius karena langsung terhubung ke Sungai Ciujung. Jika Soge tersumbat, air akan meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Soge ini urat nadi air kita. Kalau Soge penuh sampah, air tidak jalan, akhirnya banjir ke rumah warga. Makanya kami mulai gerakkan warga untuk peduli Soge juga,” jelas Masna.
Rencana Perawatan Solokan Gede Selahaur
Tidak berhenti di kegiatan hari ini, Masna bersama pengurus RW sudah menyiapkan rencana perawatan Solokan Gede Selahaur secara berkelanjutan, diantaranya:
1. Kerja Bakti Antar 3 RW
Kerja bakti gabungan akan dilakukan antar 3 RW, yakni RW Kebon Kopi, RW Sukamaju, dan RW Selahaur. Tiga RW ini akan bergerak bersama membersihkan Solokan Gede Selahaur secara terjadwal dan bergiliran, agar pembersihan tidak hanya sekali, tapi terus berkelanjutan.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Soge ini dilalui 3 RW, jadi harus dibersihkan bareng-bareng. Kalau 3 RW kompak, Soge pasti bersih,” ujar Masnah.
2. Penandatanganan Komitmen Warga
Selain kerja bakti, warga juga akan menandatangani komitmen bersama untuk bersedia menjaga solokan dan tidak membuang sampah di selokan.
Komitmen ini menjadi bentuk kesepakatan moral warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke drainase dan ke Solokan Gede.
“Kita akan buat komitmen tertulis, warga tanda tangan. Supaya ada rasa memiliki dan tanggung jawab. Kalau sudah komitmen, jangan lagi buang sampah ke selokan,” tegas Masna.
Masna berharap, gerakan gotong royong ini bisa menjadi contoh bagi RW lain di Rangkasbitung. Ia juga mengajak warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Kebersihan itu dimulai dari rumah masing-masing. Jangan buang sampah ke selokan. Kalau selokan bersih, kampung kita sehat, tidak banjir, tidak bau,” tutup Masna.
Kegiatan gotong royong di Kebon Kopi RW 19, Kelurahan Muara Ciujung Timur ini pun ditutup dengan makan bersama sederhana. Bukti bahwa kebersamaan warga masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan.
Penulis : (NA)



































