REAKSINEWS.COM || LEBAK –Polemik pelaksanaan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten di Kabupaten Lebak terus memanas. Setelah sebelumnya menuai mosi kekecewaan dari Tagana Lebak karena tidak dilibatkan, kini Dinsos Provinsi Banten justru memilih bungkam.
Saat dikonfirmasi awak media perihal tidak dilibatkannya Tagana Lebak dalam kegiatan TMS yang gencar dilakukan di sejumlah SMA dan SMKN di Kabupaten Lebak, pihak Dinsos Provinsi Banten tidak memberikan jawaban.
Sikap bungkam Dinsos Provinsi Banten ini semakin menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa dengan Dinsos Provinsi Banten? Mengapa kegiatan di wilayah orang tanpa koordinasi dengan pemilik wilayah, dan saat ditanya malah diam seribu bahasa?
Padahal, Tagana Lebak dengan tegas telah menyatakan kekecewaannya. Mereka menilai Dinsos Provinsi Banten telah mengkangkangi aturan dan etika koordinasi, seolah-olah Tagana Lebak tidak ada.
Dinsos Provinsi Banten terkesan bungkam saat ditanya perihal Tagana Lebak tidak dilibatkan dalam kegiatan (28/10/2026).
Sikap diam Dinsos Provinsi Banten ini dinilai sebagai bentuk arogansi dan tidak menghargai Tagana Kabupaten sebagai ujung tombak di lapangan. Padahal, Tagana Lebak yang selama ini berjibaku dalam setiap kejadian bencana di Lebak, justru diabaikan dalam program edukasi kebencanaan di sekolah.
“Kalau memang programnya bagus, kenapa harus alergi melibatkan kami? Atau ada hal lain yang ditutupi sehingga kami tidak boleh terlibat? Sikap bungkam ini yang membuat kami semakin kecewa,” tegas Iwan.
Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Reaksinews masih terus berupaya meminta klarifikasi resmi dari Kepala Dinsos Provinsi Banten terkait mekanisme dan anggaran kegiatan TMS yang digelar tanpa koordinasi tersebut.
Jika dalam waktu dekat tidak ada klarifikasi, Tagana Lebak berencana akan melayangkan surat resmi dan menggelar konsolidasi untuk menyikapi persoalan ini.
Penulis : Na
Editor : Redaksi




































