REAKSINEWS.COM || LEBAK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak melalui Bidang Cipta Karya terus melakukan monitoring pembangunan sumur bor di sejumlah desa guna memastikan program air bersih tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Monitoring dilakukan menyusul laporan di lapangan bahwa debit air di beberapa titik belum maksimal akibat dampak kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, antusiasme warga sangat tinggi. Di beberapa lokasi, terlihat warga sudah berebut mengambil air meskipun air dari sumur bor masih dalam tahap pengurasan.
“Untuk beberapa desa ada debit air yang tidak maksimal karena efek kemarin kemarau panjang. Masyarakat sangat membutuhkan air. Bahkan ada beberapa desa dimana masyarakatnya sangat antusias, air dari sumur bor masih dikuras tapi masyarakat sudah berebut ambil airnya,” ujar petugas pendamping di lapangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bidang Cipta Karya PUPR Lebak menegaskan akan terus melakukan evaluasi teknis agar sumur bor dapat berfungsi optimal.
Kabid Cipta Karya menyampaikan, pihaknya telah menginstruksikan kepada pelaksana untuk melakukan pengurasan maksimal, uji debit ulang, dan memastikan kedalaman pengeboran sesuai spesifikasi kontrak.
“Kami memahami kondisi di lapangan. Karena kemarau panjang kemarin, muka air tanah turun. Kami minta pelaksana jangan asal jadi, harus dipastikan debitnya mencukupi, airnya jernih dan layak pakai untuk masyarakat,” tegasnya, Rabu (22/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kualitas konstruksi, mulai dari casing, pompa, hingga bangunan penunjang agar sumur bor dapat bertahan lama dan tidak cepat rusak.
Program sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau.
“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Kami pastikan semua pekerjaan diawasi dan kualitasnya dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pungkasnya.
Penulis: (NA)




































