REAKSINEWS.COM || LEBAK – Persoalan pelayanan di Rumah Sakit Misi Lebak (RSM) kembali menjadi sorotan.
Seorang pasien yang seharusnya mendapatkan tindakan operasi dikabarkan dipulangkan oleh pihak rumah sakit tanpa dilakukan operasi. Kebijakan tersebut menimbulkan tanda tanya besar dan keluhan dari pihak keluarga pasien.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim REAKSINEWS.COM mencoba melakukan penelusuran dan upaya konfirmasi kepada pihak RS Misi Lebak.
Tim mendatangi langsung manajemen RS Misi untuk meminta klarifikasi terkait alasan medis maupun administratif di balik dipulangkannya pasien tersebut. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, pihak rumah sakit terkesan menghindar dan tidak memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi tidak berhenti di situ. Tim juga mencoba menghubungi Humas RS Misi Lebak melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun sangat disayangkan, hingga beberapa kali dihubungi, pihak Humas sama sekali tidak merespon, baik telepon maupun pesan yang dikirimkan.
Sikap bungkam yang ditunjukkan pihak RS Misi Lebak sangat disayangkan, mengingat rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik seharusnya terbuka dan memberikan penjelasan kepada publik, terlebih menyangkut hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Diberitakan sebelum nya Ketua DPC BPPKB Banten Kabupaten Lebak, Ujang Krisna yang akrab disapa Belong, angkat bicara terkait dugaan kelalaian RS Misi yang meminta pasien penderita kelenjar untuk pulang padahal belum mendapatkan tindakan operasi.
Belong menilai, tindakan pihak rumah sakit tersebut sangat tidak manusiawi dan telah mengabaikan keselamatan pasien. Menurutnya, kesehatan adalah hak dasar warga yang tidak boleh diabaikan dengan alasan apapun.
“Ini sangat kami sesalkan. Pasien butuh tindakan operasi, malah disuruh pulang. RS Misi harus bertanggung jawab, ini jelas bentuk pengabaian terhadap keselamatan pasien,” tegas Belong.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat buruknya pelayanan kesehatan di Lebak. DPC BPPKB Banten Lebak berkomitmen akan terus mengawal kasus ini dan menuntut perbaikan sistem pelayanan secara menyeluruh, tidak hanya di RS Misi tapi juga di seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Lebak.
“Pelayanan harus mengedepankan kemanusiaan dan profesionalisme, bukan sekadar prosedur. Kami minta manajemen RS Misi segera evaluasi total, baik tenaga medisnya maupun fasilitasnya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Misi Lebak masih bungkam tanpa memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan dipulangkannya pasien tanpa tindakan operasi tersebut.
Tim ReaksiNews akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan, terhadap pihak managemen RS Misi Lebak atas kasus pemulangan pasien penderita kelenjar tersebut. (NA)




































