REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Polemik penyaluran bantuan becak listrik bantuan Presiden di Kabupaten Sukabumi semakin meluas. Setelah Kepala Desa Sukaresmi Jalaludin melayangkan protes keras, kini giliran Ketua Forum Masyarakat Ciseureuh, Hudank Ade Nasihin angkat bicara.
Sebelumnya, Kades Sukaresmi Jalaludin dalam video pernyataannya mengaku dipermalukan oleh kebijakan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Pihaknya diminta mengusulkan data calon penerima secara _by name by address_, namun data yang keluar justru berbeda.
“Kita ajukan si A, yang keluar si C. Tanpa komunikasi, tanpa koordinasi, dialihkan ke penerima lain,” ungkap Jalaludin.
Ia menegaskan desa sudah mensosialisasikan nama si A sebagai penerima, namun tiba-tiba penerima berubah menjadi si C. “Kalau mau memalukan lembaga desa, jangan minta data dari desa,” tegasnya.
Forum Masyarakat Ciseureuh: Ini Pembodohan!
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Masyarakat Ciseureuh, Hudank Ade Nasihin menilai apa yang dialami Kades Sukaresmi juga menjadi keresahan di banyak desa lain.
“Ini bukan hanya terjadi di Sukaresmi, ini cerminan betapa amburadulnya pengelolaan data di Dinsos Kabupaten Sukabumi,” Ade Nasihin saat dimintai tanggapan.
Menurut Ade Nasihin pola meminta data dari bawah namun menetapkan penerima dari atas tanpa verifikasi ulang adalah bentuk pembodohan terhadap pemerintah desa.
“Logikanya, Kepala Desa yang paling tahu siapa warganya yang benar-benar membutuhkan, yang layak dapat becak listrik. Kalau data kades tidak dipakai, untuk apa diminta? Ini kebijakan ngawur dan tidak menghargai kerja-kerja di bawah,” kritiknya.
ade Nasihin mendesak Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi untuk membuka secara transparan mekanisme penetapan penerima dan berani bertanggung jawab.
“Kami minta Dinsos jangan lempar batu sembunyi tangan. Jelaskan dari mana data si C itu muncul. Kalau ada permainan data, ini harus diusut. Jangan sampai bantuan Presiden yang seharusnya tepat sasaran malah jadi ajang bancakan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi belum memberikan klarifikasi resmi terkait kisruh pendataan bantuan becak listrik tersebut.
Redaksi




































