REAKSINEWS.COM || SERANG – Debus Banten bukan sekadar atraksi kekebalan tubuh. Di balik tajamnya golok, tusukan jarum dan api yang membakar, tersimpan filosofi luhur yang menjadi jati diri jawara Banten.
Inilah yang terus diperjuangkan oleh Perkumpulan Debus Banten Indonesia, melalui salah satu pelestarinya, Umaedi atau yang dikenal dengan nama panggung Kang Umed Al Madad.
Pria kelahiran Serang, 4 Juni 1987 ini berdomisili di Kp. Buah RT 001 RW 001 Kelurahan. Cipete Kecamatan. Curug Kota Serang Banten. Lulusan SLTPN 11 Kota Serang ini telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat warisan leluhur Banten.
Makna Mendalam di Balik Debus
Menurut Kang Umed, Debus memiliki 5 filosofi utama, Kekuatan Spiritual, Semua dimulai dari dzikir dan iman kepada Allah SWT.
Keberanian dan Ketabahan Membentuk mental baja dalam menghadapi tantangan hidup.
Kekebalan Simbol perlindungan Tuhan (Allah SWT) bagi yang menjaga adab.
Disiplin dan Konsentrasi Tidak ada hasil tanpa proses latihan yang panjang. Koneksi dengan Alam Manusia harus selaras dan menjaga alam.
Perjalanan spiritual dan budayanya tidak instan. Ia mulai belajar silat tahun 2000 dari Guru Almarhum Yai Januri, dan mulai mendalami Debus tahun 2010 dari Guru Almarhum Abah Wahid.
Kini ia tercatat sebagai
Pendiri Perkumpulan Debus Banten Indonesia, Pengurus Yayasan Medal Suci, Ketua Padepokan Darma Pusaka Putra Tunggal, Anggota KESTI TTKKDH DPC Kecamatan Petir, Anggota KPSTI Banten, Pelestari dan Pelatih Debus Banten
Keahliannya meliputi atraksi Debus tradisional, urut patah tulang tradisional, pembuatan Al-Madad (paku Banten), serta Seni & Budaya Banten.
Kiprahnya bahkan sudah mendunia Berkolaborasi dengan pesulap internasional dari Amerika Serikat, David Blaine, dalam pembuatan film dokumenter. Penampilan Debus dengan pesilat dari Italia, Guru Max Massimiliano Morandini. Pembuatan film dokumenter dengan MNC University Jakarta. Tampil di Mabes TNI bersama Presiden untuk menyambut Presiden dari Brunei Darussalam.
“Melestarikan Debus bukan hanya atraksinya, tapi ruhnya. Kuat Lahir karena Latihan, Kuat Batin karena Iman,” tegas Kang Umed Al Madad.
Baginya, Debus harus terus hidup di tengah generasi muda, bukan sebagai tontonan mistis semata, melainkan sebagai pendidikan karakter, spiritual dan pelestari budaya Banten yang Adiluhung.
(Na)




































