REAKSINEWS.COM || LEBAK – Kendaraan angkutan tanah di Kabupaten Lebak kembali melanggar jam operasional yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah.
Mirisnya, di tengah upaya penertiban yang gencar dilakukan Satlantas Polres Lebak siang malam, Satgas Penertiban dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak yang berperan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Satgas justru terkesan melakukan pembiaran.
Bahkan parahnya, puluhan kendaraan besar angkutan tanah tersebut nampak parkir liar di bahu jalan, sehingga hal tersebut sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lapangan, truk-truk tanah masih bebas melenggang di luar jam operasional dan memarkirkan kendaraannya sembarangan di tepi jalan. Kondisi ini mempersempit badan jalan dan sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Sejauh ini yang terlihat kerja siang malam hanya pihak kepolisian dari Satlantas Polres Lebak yang terus berupaya melakukan penertiban terhadap para sopir angkutan tanah yang melanggar jam operasional. Sementara Dishub Lebak sebagai Kepala Satgas dan Wakil Satgas terkesan melakukan pembiaran,” ungkap sumber di lapangan, Kamis (02/10/2026).
Selain melakukan penertiban jam operasional, dinas terkait yang berwenang dalam penerbitan izin wajib mempertanyakan apakah lokasi galian tersebut benar-benar mengantongi izin tambang. Jangan sampai pengusaha tambang tanah merah ini bebas leluasa mengeruk keuntungan tanpa mengantongi izin galian.
Masyarakat pun mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lebak bersama aparat penegak hukum tidak hanya tegas soal jam operasional, namun juga melakukan audit dan pemeriksaan izin terhadap seluruh lokasi galian tanah merah yang ada di wilayah Lebak.
Sementara sampai berita ini diturunkan, pihak Kepala Satgas dan Kepala Tim Satgas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak belum dapat dimintai keterangan. Beberapa kali tim Reaksinews menghubungi via sambungan telepon WhatsApp belum ada jawaban saat hendak dilakukan konfirmasi.
Sebelumnya, Kepala Satgas Penertiban Abdul Rozak memerintahkan untuk menghubungi Johan selaku Kepala Tim Satgas. “Silahkan dengan Katim Satgas Pak Johan, karna saya persiapan ke Dewan,” jelas nya.
Namun saat tim Reaksinews kembali menghubungi Katim Satgas sesuai arahan Kepala Satgas melalu via WhatsApp Katim Satgas tersebut kembali meminta untuk menghubungi Cepi yang merupakan selaku Pelaksana Kegiatan.
“Silahkan hubungi Pak Cepi, saya sedang bawa mobil,” jawabnya dengan singkat, alhasil sistem ping pong pun menjadi salah satu upaya untuk menghindari konfirmasi. (Na)




































