REAKSINEWS.COM || BANDUNG BARAT — Sebuah insiden tragis terjadi di Kampung Ciburial, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (1/10). Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam sumur kering sedalam kurang lebih 18 meter saat berupaya melakukan evakuasi terhadap rekannya.
Peristiwa nahas ini bermula ketika Rian Riandi (21), warga Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan, turun ke dalam sumur kering untuk mengambil sebuah senter yang terjatuh. Namun, sesampainya di dasar sumur, korban diduga mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) hingga kehilangan kesadaran dan tidak mampu naik kembali ke permukaan.
Mengetahui rekannya dalam bahaya, Reynaldi (30) berinisiatif turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Kendati demikian, kondisi udara yang minim oksigen di dalam sumur turut menjebak Reynaldi. Menyadari situasinya yang kritis, ia sempat berteriak meminta pertolongan hingga suaranya terdengar oleh sang istri, Dede Siti Sulastri.
“Mendengar teriakan korban, istrinya kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi, saat dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian.
Proses Evakuasi Dramatis
Warga sekitar yang mendapati laporan tersebut langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan darurat.
Pukul 09.30 WIB: Rian Riandi berhasil dievakuasi terlebih dahulu dari dasar sumur dalam kondisi lemas. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Cipeundeuy menggunakan kendaraan roda dua untuk mendapatkan penanganan medis cepat.
Pukul 10.45 WIB: Proses evakuasi terhadap Reynaldi membutuhkan waktu lebih lama dan baru dapat diselesaikan pada pukul 10.45 WIB. Korban kemudian segera dibawa menuju UGD Naura Husada.
Namun, takdir berkata lain. Setibanya di fasilitas kesehatan, nyawa Reynaldi tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Langkah Penanganan Kepolisian
Aparat kepolisian dari Polsek Cipeundeuy bersama unsur terkait yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas segera memasang garis pengaman, melakukan olah TKP, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian.
“Petugas sudah melakukan pengecekan TKP, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan saksi-saksi,” pungkas Kompol Suandi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas akan tingginya risiko bahaya gas beracun atau minimnya oksigen di dalam ruang terbatas (confined space) seperti sumur tua atau sumur kering, yang memerlukan peralatan keselamatan khusus sebelum dilakukan tindakan evakuasi.
(Pium)




































