REAKSINEWS.COM || LEBAK – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Al-Hadid, Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak, menuai keprihatinan mendalam. Pasalnya, ditemukan kejanggalan dalam porsi makanan yang disalurkan kepada para siswa.
Informasi yang dihimpun, sebagian makanan tersebut bahkan sudah sempat dikonsumsi oleh para siswa sebelum kejanggalan itu ditemukan.
Temuan ini sontak menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Mereka khawatir akan dampak kesehatan dan keamanan pangan bagi anak-anak mereka yang menjadi penerima manfaat program MBG.
Menanggapi hal tersebut, para orang tua siswa mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menindaklanjuti temuan ini secara serius dan menegakkan aturan secara konsisten.
Para orang tua juga meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Hamim Center founder Selaku penyedia di wilayah tersebut dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.
“Kami sangat prihatin. Anak-anak kami sudah terlanjur makan. Kami minta BGN jangan tutup mata, harus ada tindakan tegas dan pengawasan ketat terhadap SPPG Yayasan Hamim Center Founder agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Selasa (30/9/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Yayasan Hamim Center Founder maupun BGN belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.
Pihak sekolah berharap ada kejelasan dan jaminan keamanan pangan agar program MBG yang bertujuan baik untuk gizi siswa ini tidak justru menimbulkan masalah baru. (Na)




































