REAKSINEWS.COM || LEBAK – Peringatan tragedi Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) yang diperingati setiap tanggal 30 September menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan sejarah di kalangan pelajar. Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak diminta untuk lebih serius menerapkan program peduli sejarah di seluruh sekolah.
Hal ini penting agar generasi muda, khususnya pelajar SD dan SMP di Kabupaten Lebak, tidak buta akan sejarah kelam bangsa dan tetap menghargai jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur mempertahankan ideologi Pancasila.
Selama ini, pembelajaran sejarah dinilai masih bersifat formalitas di dalam kelas dan kurang menyentuh nilai-nilai kepahlawanan. Padahal, pemahaman sejarah adalah fondasi utama untuk membentuk karakter cinta tanah air dan nasionalisme.
“Kami berharap Dinas Pendidikan Lebak membuat terobosan. Jangan hanya seremonial upacara 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila saja. Tapi buat program nyata agar anak-anak peduli sejarah,” ujar salah seorang pemerhati pendidikan di Lebak, Selasa (30/09/2026).
Beberapa program yang diusulkan untuk Dinas Pendidikan Lebak
1. Wajib Tonton Film Sejarah dan Ziarah
Mengagendakan pemutaran film dokumenter G30S/PKI dan film perjuangan secara terjadwal di sekolah, serta mewajibkan kunjungan edukasi ke Museum, Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, atau Taman Makam Pahlawan.2. Lomba Karya Tulis dan Pidato Kepahlawanan
Menggelar lomba menulis esai, puisi, dan pidato dengan tema “Mengenang 7 Pahlawan Revolusi” dan “Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa” di tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lebak.3. Masukkan Muatan Lokal Sejarah Lebak
Selain sejarah nasional, siswa juga harus dikenalkan dengan sejarah perjuangan para pahlawan dan tokoh dari daerah Lebak sendiri, agar lebih dekat dan relevan.4. Gerakan Satu Sekolah Satu Pojok Sejarah
Mendorong setiap sekolah untuk membuat Pojok Sejarah atau Mading Sejarah yang berisi foto-foto Pahlawan Revolusi, kronologi G30S/PKI, dan nilai-nilai Pancasila.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak diharapkan dapat segera merespon usulan tersebut. Pendidikan sejarah bukan untuk menanamkan dendam, melainkan untuk menanamkan kewaspadaan, memperkuat persatuan, dan memastikan ideologi Pancasila tetap kokoh di tengah tantangan zaman.
Jika sejak dini siswa sudah ditanamkan kecintaan terhadap sejarah, maka ke depan Lebak akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara karakter dan nasionalisme. (Na)




































