REAKSINEWS.COM || KOTA SUKABUMI – Pemkot Sukabumi memperkuat ekonomi daerah dengan mendorong UMKM dan ekonomi kreatif melalui pelatihan, akses pembiayaan, digitalisasi perizinan, serta event pasar UMKM yang melibatkan perbankan dan komunitas.
Program dan kegiatan terkini (Agustus–September 2026)
– Pelatihan Desain & Membatik (8–10 September 2026): Dinas Koperasi bersama Dekranasda dan Bank BJB melatih 75 pemula/pelaku UMKM agar tidak hanya mahir membatik, tetapi juga mampu merancang produk bernilai jual dan kompetitif.
– Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 (1 Agustus 2026): menghadirkan bazar/pameran UMKM, layanan integrasi perizinan on-site, pasar murah, dan panggung seni-budaya kreatif di Pasar Lembursitu untuk menggerakkan transaksi dan promosi produk lokal.
– Kolaborasi dengan OJK/TPAKD (4 September 2026): pertemuan Wali Kota dengan OJK Jabar menyoroti potensi besar pembiayaan UMKM—dari >55.000 UMKM, baru ~23.000 yang tersentuh kredit bank—sehingga perlu ekosistem pembiayaan lebih kuat dan terintegrasi.
Target pembiayaan UMKM Rp3 triliun: untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melampaui capaian sebelumnya, dengan strategi meningkatkan lending perbankan, investasi, daya beli, dan ekspor.
Penguatan ekosistem: peran perbankan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku ekraf difokuskan pada akses modal, peningkatan keterampilan, perluasan pemasaran, dan jaringan usaha.
Pariwisata–kuliner–ekraf: Wakil Wali Kota Bobby Maulana mendorong pengembangan kuliner berbasis budaya (mis. Ramela Cultural Taste of Indonesia) sebagai penggerak pariwisata dan UMKM.
Digitalisasi dan pasar: selain pelatihan produksi, Pemkot mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk membuka perluasan pasar; di tingkat kabupaten juga ada program “UMKM Naik Kelas” dan “Motekar” sebagai model pendampingan berkelanjutan.
Konteks makro: ekonomi Kota Sukabumi tumbuh 5,94% (Triwulan II-2026) dengan inflasi terkendali 2,77%, menciptakan ruang bagi penguatan UMKM dan ekraf.
(Ebes)




































