Khutbah Jum’at
21 Agustus 2026 / 8 Rabiulawal 1447 H
Oleh: Ustaz A. Lathief Abdallah
_Pengasuh Pondok Baitul Hamdi_
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْنُ. أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى:
*وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا*
Segala puji dan syukur bagi Allah Swt. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW. Marilah kita meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. Semoga kita kelak mendapatkan syafaat dari Nabi Agung Muhammad SAW. Amin.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Saat ini kita telah memasuki bulan Rabiulawal 1447 H, yang juga sering disebut bulan Maulid. Sebab, pada bulan ini, tepatnya tanggal 12 Rabiulawal, bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah sosok paling mulia di dunia. Kita diperintahkan untuk senantiasa bersalawat kepada beliau. Bukan hanya kita, para malaikat dan Allah SWT. pun bersalawat. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 56:
*إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا*
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita diperintahkan untuk mencintai Nabi SAW. melebihi kecintaan kepada yang lainnya. Kecintaan itu harus didasari atas keimanan kepada beliau.
*لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ*
“Tidak sempurna keimanan seseorang di antara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orang tuanya, anaknya, dan manusia semuanya.” (HR. Bukhari)
Dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim dari Anas bin Malik, seorang lelaki menghadap dan bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, kapan terjadinya kiamat?” Nabi balik bertanya, “Bekal apa yang telah engkau siapkan untuknya?”
“Tidak ada, hanya saja aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya,” jawabnya. Nabi SAW. bersabda:
*أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ*
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”
Anas bin Malik berkata, “Tidak ada perkataan yang paling membahagiakanku setelah masuk Islam selain perkataan Nabi, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.'”
*فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ*
“Aku mencintai Nabi, mencintai Abu Bakar, dan mencintai Umar. Dengan cinta itu aku berharap dapat bersama mereka kelak, walaupun amalanku tidak seperti amalan mereka.”
Hadis ini menunjukkan keutamaan mencintai Nabi SAW. agar kelak kita dapat bersama dengan beliau.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Lalu, apa bukti cinta kepada Nabi itu?
Dalam _Tafsir Az-Zuhaili_ diceritakan, Tsauban merasa gelisah jika sehari saja tidak bertemu dengan Nabi. Ia mencintai Nabi lebih dari keluarganya sendiri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku khawatir kelak di surga tidak bisa bertemu denganmu lagi karena kedudukanmu yang tinggi.” Maka turunlah Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 69 sebagai jawabannya:
*وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا*
“Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para _shiddiqin_, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
Ayat di atas menjelaskan bahwa hakikat cinta kepada Nabi dibuktikan dengan ketaatan kepada beliau, bukan semata perkataan.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengimani Nabi, mencintai, dan menaatinya adalah syarat untuk dapat bersama dengan beliau kelak. Pertemuan dengan Nabi di dunia bukanlah syarat untuk berjumpa dengan beliau di surga. Kendati jauh dari Nabi, baik tempat maupun masa, jika beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menaati keduanya, kelak akan bersama Nabi, para sahabat, para syuhada, dan orang-orang saleh.
Bukankah Abu Jahal, Abu Lahab, dan Abu Talib ketiganya sering bertemu Nabi, bahkan di antara mereka ada pertalian nasab dengan Nabi? Namun ketiganya tidak akan pernah berjumpa bersama Nabi kelak di akhirat, karena mereka bertemu di dunia namun tidak beriman kepada beliau.
Dari sinilah Nabi SAW. bersabda:
*طُوبَى لِمَن آمَنَ بِي وَرَآنِي مَرَّةً، وَطُوبَى لِمَن آمَنَ بِي وَلَم يَرَنِي سَبْعَ مِرَارٍ*
“Beruntunglah orang yang beriman kepadaku dan bertemu denganku.” Beliau menyebutnya sekali. “Dan beruntunglah orang yang beriman kepadaku dan belum pernah bertemu denganku.” Beliau menyebutnya tujuh kali. (HR. Ahmad)
Orang yang mencintai Nabi pasti akan memuliakan dan membelanya. Mereka akan marah bila Nabinya dinistakan, kitab sucinya dipermainkan, dan syariatnya dicampakkan. Hal itu merupakan wujud kecintaan dan pembelaan kepada Nabi yang mulia, Muhammad Saw.
*فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ*
“…Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan bersamanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)
Mencintai Nabi juga diwujudkan dengan mencintai umatnya, menyayangi mereka, membela, dan melindungi mereka dari segala kezaliman.
*لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ*
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, Muslim)
Maka mereka yang mengaku pengikut Nabi Muhammad SAW. dan mencintainya akan membela umat Islam di Gaza yang terus-menerus dijajah dan digenosida oleh Zionis Israel _laknatullah ‘alaihim_. Mereka juga akan mendukung saudara-saudaranya di Iran yang diserang oleh negara imperialis Amerika yang hendak menguasai negara Iran dan merampas kekayaannya.
*الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ*
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak menelantarkannya, dan tidak menghinanya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Mudah-mudahan kita diakui Nabi Muhammad SAW. sebagai umatnya, kelak dapat berkumpul dan bertemu dengan beliau, serta mendapat syafaatnya. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.




































