REAKSINEWS.COM || BANDUNG BARAT — Tabir gelap jaringan perbudakan modern internasional yang menjerat Pekerja Migran Indonesia (PMI) akhirnya terkuak secara mengejutkan! Nuryani Susilawati (35), PMI asal Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, berhasil lolos dari neraka dunia di Libya setelah diperlakukan tidak manusiawi di dalam rumah mewah majikannya.
Keberhasilan penyelamatan spektakuler ini tak lepas dari sorotan tajam dan pengawalan ketat Bang Abel, sosok vokal yang dikenal luas sebagai Pembina Relawan Sekretariat Bersama (Sekber) Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia (TPPO RI), liputan khusus, hari Sabtu, tanggal (15/08/2026).
Bagaimana kisah tragis ini bisa terjadi, dan bagaimana respon tegas Bang Abel dalam membongkar kejahatan kemanusiaan ini? Simak ulasan mendalamnya berikut ini!
Terjebak Modus Kerja di Turki, Diselundupkan ke Negara Konflik
Kisah pilu ini bermula saat Nuryani tergiur tawaran bekerja di Turki dengan iming-iming gaji menggiurkan. Namun, alih-alih mendarat di negara tujuan, ia justru menjadi korban sindikat TPPO jaringan internasional. Nuryani diselundupkan secara ilegal masuk ke Libya—sebuah negara yang hingga kini dipenuhi konflik internal dan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Di balik megahnya arsitektur dan kemewahan gaya hidup majikan elite di Libya, hidup Nuryani justru berbalik menjadi mimpi buruk. Ia dipaksa bekerja hampir 24 jam nonstop tanpa waktu istirahat yang layak.
”Kalau ada makanan, majikan selalu memberikan kepada saya setelah basi. Sangat sulit untuk mendapatkan makanan layak, padahal pekerjaan sangat bertumpuk. Bagaimana kita bisa ada tenaga?” ungkap Nuryani dengan nada getir dan penuh trauma saat menceritakan penderitaannya.
Tak hanya kelaparan dan kelelahan fisik, Nuryani mengaku diperlakukan bak hewan peliharaan. Di saat majikannya berpesta pora setiap hari, ia harus menahan tekanan psikologis berat, intimidasi, hingga berada di ambang depresi.
Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI: “Ini Perbudakan Modern, Usut Tuntas Jaringannya!”
Menanggapi kasus horor yang menimpa PMI asal Bandung Barat ini, Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI langsung angkat bicara dengan nada keras. Sosok yang dikenal gigih membela hak-hak pekerja migran ini menegaskan bahwa tindakan terhadap Nuryani bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengeksploitasi martabat manusia.
Dalam keterangannya, Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya berfokus pada pemulangan korban, tetapi juga memberantas sampai ke akar-akarnya para oknum dan mafioso TPPO yang bermain di balik layar.
”Ini adalah bentuk nyata perbudakan modern! Warga kita diiming-imingi pekerjaan layak, tapi malah dijual dan diperlakukan seperti hewan peliharaan di negara konflik. Kami di Sekber TPPO RI menuntut kepolisian dan instansi terkait untuk mengejar para perekrut lokal hingga sindikat internasionalnya. Jangan biarkan ada Nuryani-Nuryani lainnya!” tegas Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI.
Detik-Detik Kepulangan dan Tamparan Keras bagi Sistem Pelindungan PMI
Setelah melalui perjuangan panjang dan rintangan yang menyiksa batin, penderitaan Nuryani akhirnya berujung lega. Pada Kamis (13/8/2026), Nuryani berhasil menginjakkan kaki kembali di tanah air dengan selamat untuk berkumpul kembali bersama keluarganya.
Kepulangan Nuryani yang dikawal dan terus dipantau oleh elemen masyarakat termasuk Relawan Sekber TPPO RI di bawah binaan Bang Abel, kini menjadi tamparan keras bagi efektivitas pengawasan pekerja migran.
Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI menekankan pentingnya evaluasi total terhadap implementasi UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta kinerja Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Menurutnya, celah keberangkatan non-prosedural (ilegal) harus segera ditutup rapat dengan meningkatkan edukasi hingga ke tingkat desa.
Mari Bersama Lawan TPPO!
Kasus Nuryani menjadi pengingat kritis bagi seluruh masyarakat Indonesia agar selalu waspada terhadap tawaran kerja luar negeri berkedok proses cepat dan tanpa prosedur resmi.
Bang Abel Pembina Relawan Sekber TPPO RI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berani bersuara dan melaporkan setiap pergerakan mencurigakan yang mengarah pada TPPO di lingkungan masing-masing.
Tim Red




































