REAKSINEWS.COM || Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengajak warga buat “ubah sampah jadi nilai ekonomi” lewat beberapa program:
Sayembara Pengelolaan Sampah Antar-KelurahanDibuka 18 November 2025.
– Semua 33 kelurahan diminta bikin konsep pengelolaan sampah yang kreatif, rasional, berkelanjutan, dan punya nilai ekonomis Contoh nilainya: penjualan sampah untuk pembangunan sanitasi, bantu warga kurang mampu, atau buat bayar PBB
– Tiap kelurahan pilih 1 RW jadi lokus biar bisa diukur hasil Tujuannya: naikin kesadaran warga.
Contoh nyata di Kelurahan Subangjaya
Wakil Wali Kota langsung tinjau 16 Oktober 2025:
Bank Sampah Astrajingga:
– warga setor sampah kiloan, ditimbang & dihitung tiap bulan. Rata-rata warga bisa dapat Rp1,5 juta per bulan
Eco Enzyme:
– sampah organik diolah jadi pupuk, pembersih, hand sanitizer
Pesannya sampah yang selama ini dianggap kotor ternyata bisa jadi sumber ekonomi baru bagi warga
Program pendukung lain
Gerakan ASN Menabung Sampah gagasan.
Bobby Maulana: pegawai bawa sampah plastik dari rumah, ditimbang per bagian, ada reward & saldo di aplikasi Bank Sammi.
Surat Edaran Pengolahan Sampah Organik: Pemkot imbau warga bikin komposter, lubang biopori, metode takakura.
Alasannya: sampah Kota Sukabumi >67 ribu ton/tahun, 57,6% nya organik
TPA Cikundul overload: 130 ton/hari masuk, makanya perlu pola baru.
Rencananya tiap kecamatan ada 1 titik olah sampah Intinya Pemkot mau ngubah mindset. Sampah ≠ limbah, tapi sumber daya yang bisa jadi kompos, uang, energi, bahkan bantu program sosial.




































