REAKSINEWS.COM || JAKARTA – Tangis pilu datang dari tanah rantau. Seorang Pekerja Migran Indonesia asal Cirebon, Jawa Barat, Nunung Yulianti, kini terbaring sakit kritis dan terancam lumpuh akibat kecelakaan kerja di luar negeri.
Alih-alih mendapat perlindungan, nasib Nunung justru berujung tragis. Ia diduga menjadi korban sistem perekrutan yang abai dan perlakuan tidak manusiawi dari majikan.
Tulang Ekor Patah, Badan Kebas, Kaki Bengkak
Berdasarkan laporan yang diterima aktivis perlindungan PMI, Yanto Djagoer dari Cianjur, Nunung mengalami cedera parah pada tulang ekor.
Dampaknya fatal. Kaki kanannya bengkak parah. Seluruh bagian tubuh sebelah kiri mengalami kebas atau mati rasa. Dokter menyatakan Nunung terancam mengalami kelumpuhan permanen jika tidak segera ditangani.
Diduga Korban Perekrutan Non-Prosedural
Kisah kelam Nunung dimulai dari Cirebon. Ia direkrut oleh seorang berinisial Fitri, diduga warga Sukabumi. Lalu diserahkan ke orang bernama Nancy dan ditampung di Bekasi selama 2 hari.
Dari Bekasi, Nunung diterbangkan ke Kairo, Mesir. Di sana ia diserahkan kepada agen lokal bernama “Babah Ahmed” dan langsung dipekerjakan pada keluarga di kawasan Fountain Park, Kairo.
Di tempat kerja, penderitaan Nunung dimulai.
“PMI tersebut hanya diberi makan satu kali dalam sehari dan dipaksa tidur di kolong tangga rumah majikannya,” ungkap Yanto Djagoer kepada Dpnews Indonesia, Rabu (22/7/2026).
Desakan Evakuasi: Negara Jangan Tutup Mata
Melihat kondisi darurat ini, Yanto bersama tim aktivis mendesak keras pemerintah bergerak cepat.
“Kami memohon kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan instansi terkait agar Bu Nunung Yulianti segera dipulangkan. Kondisinya sangat mendesak dan butuh penanganan medis intensif di Indonesia,” tegas Yanto.
Hingga berita ini diturunkan, tim aktivis dan kuasa hukum mengaku sudah berupaya menghubungi Kementerian PMI untuk menyerahkan data dan berkas pengaduan. Namun belum ada kepastian jadwal pertemuan resmi.
Ini PR Besar Negara
Kasus Nunung adalah tamparan keras. Di satu sisi negara gembar-gembor melindungi PMI. Di sisi lain, masih ada WNI yang diberangkatkan secara tidak prosedural, dieksploitasi, dan saat sakit justru terkatung-katung.
Satu nyawa PMI adalah tanggung jawab negara. Kini bola ada di tangan pemerintah. Akankah Bu Nunung dibiarkan terancam lumpuh di negeri orang, atau segera dipulangkan untuk mendapat keadilan dan perawatan layak?
Sumber KDM : Kang Didin Muhidin
Tim Red




































