REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Jeritan datang dari wilayah perbatasan. Di tengah geliat pembangunan Kabupaten Sukabumi, ratusan warga Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, khususnya Kampung Ciseureuh, masih bertahan di rumah yang nyaris roboh.
Fakta memilukan terungkap. Berdasarkan data resmi desa, jatah bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi untuk Desa Sukaresmi hanya 3 unit per tahun.
Angka itu dinilai sangat timpang. Mengingat antrian pengajuan warga miskin yang mencapai ratusan.
“Ini Ironi Nyata di Batas Kota”
Hal itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Ciseureuh Hudank, Ade Nasihin saat ditemui Sabtu (18/07/2026).
Menurutnya, posisi Kampung Ciseureuh sangat strategis. Berbatasan langsung dengan wilayah Kota Sukabumi. Setiap hari warga bisa melihat kemajuan kota, namun di kampungnya sendiri masih banyak rumah tidak layak.
“Ini ironi yang nyata. Ciseureuh ini wajah terdepan Kabupaten Sukabumi. Sangat tidak adil jika kuota bantuan disamaratakan minim. Tiga rumah setahun itu mau selesai kapan? Sampai puluhan tahun pun tidak akan beres,”. tegas Ade Nasihin dengan nada kecewa.
Ia menilai status Ciseureuh sebagai wilayah penyangga kota seharusnya mendapat perhatian dan alokasi anggaran khusus dari pemerintah daerah.
3 Desakan Terbuka ke Bupati dan Dinas Perkim
Melihat solusi di tingkat bawah mandek, Forum Masyarakat Ciseureuh Hudank melayangkan desakan terbuka kepada Bupati Sukabumi dan Kepala Dinas Perkim.
1. Penambahan Kuota Maksimal
Meminta diskresi khusus agar Desa Sukaresmi, khususnya wilayah padat di perbatasan, diprioritaskan.
2. Verifikasi Lapangan Transparan
Menantang Dinas Perkim turun langsung ke Ciseureuh untuk melihat kondisi nyata, bukan hanya data di atas kertas.
3. Kolaborasi Anggaran Perbatasan
Mendorong sinergi pembangunan kawasan perbatasan agar kesenjangan dengan Kota Sukabumi segera dipangkas.
Warga Mulai Bersuara
Langkah Forum Masyarakat Ciseureuh Hudank mendapat dukungan luas dari warga. Selama ini banyak warga hanya bisa pasrah mengantre tanpa kepastian.
Kehadiran forum ini diharapkan menjadi penyambung lidah warga agar suara mereka sampai ke pusat pemerintahan.
Bola Panas di Tangan Pemda
Kini semua mata tertuju pada Dinas Perkim dan Bupati Sukabumi. Apakah akan tetap bertahan dengan kuota “3 rumah per tahun” atau segera mengambil kebijakan afirmatif untuk warga perbatasan.
Forum Masyarakat Ciseureuh Hudank menegaskan, perjuangan ini tidak akan berhenti sampai setiap warga Desa Sukaresmi mendapatkan hak atas tempat tinggal yang layak dan manusiawi.
Timred




































