REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Panas! Ratusan pemuda dari DPD KNPI Kota Sukabumi kubu Tantan Sutandi geruduk Kantor Disporapar Kota Sukabumi, Senin (20/4/2026).
Bukan tanpa sebab. Aksi damai ini jadi puncak kemuakan atas sikap Pemda yang dituding main mata & tebang pilih di tengah polemik dualisme KNPI. Satu kubu dimanja, kubu lain dipinggirkan.
TANTAN SUTANDI: “PEMDA JANGAN JADI WASIT CURANG, KAMI BUKAN ANAK TIRI!”
Di depan kantor Disporapar, Ketua KNPI Kota Sukabumi kubu Tantan, Tantan Sutandi, berorasi lantang. Isinya tegas: pemuda minta keadilan, bukan belas kasihan.
“Kami menuntut keadilan. Jangan sampai ada yang diangkat setinggi langit, tapi yang lain diinjak-injak. Jangan ada yang jadi ‘anak emas’, ada pula yang jadi ‘anak tiri’. Perlakuan timpang seperti inilah yang justru akan memicu konflik berkepanjangan,” tegas Tantan di hadapan massa.
Tantan mengingatkan, KNPI adalah mitra strategis pemda. Kalau Pemda sudah tidak netral, yang hancur bukan cuma organisasi, tapi ekosistem kepemudaan Sukabumi. “Kami nggak minta diistimewakan. Kami minta diperlakukan sama di mata hukum dan aturan.”
3 TUNTUTAN MASSA YANG BIKIN DISPORAPAR KERINGET DINGIN:
1. Netralitas harga mati: Pemda & Disporapar wajib lepas dari konflik internal, berhenti jadi ‘juru bicara’ salah satu kubu.
2. Akui legalitas yang sah: Segera putuskan & umumkan kubu mana yang diakui secara hukum, biar nggak ada dualisme anggaran.
3. Stop diskriminasi APBD: Fasilitas, pembinaan, & dana hibah harus transparan dan adil. Jangan cuma mengalir ke ‘anak emas’.
DISPORAPAR: “KAMI PAHAM, TAPI…”
Menerima gelombang massa, Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, turun langsung. Ia mengaku memahami kemarahan pemuda.
“Kami tentu berharap suasana tetap kondusif. Upaya penyatuan sudah beberapa kali kami lakukan, namun memang belum menemukan titik temu. Aspirasi hari ini akan kami catat dan sampaikan ke atasan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rahmat.
Jawaban normatif itu belum memuaskan massa. Bagi KNPI kubu Tantan, “prosedur” sudah terlalu lama jadi tameng. Yang mereka butuh: keputusan berani & adil. Bukan dialog tanpa ujung.
SITUASI TERKINI: TERTIB TAPI TEGAS
Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan tertib, aman, dan bermartabat. Aparat dari Polres & Satpol PP mengawal tanpa gesekan.
Namun massa menegaskan: ini baru peringatan. Jika Pemda tetap bungkam & main mata, gelombang yang lebih besar siap datang. Mereka bertahan di lokasi, menuntut kepastian, bukan janji.
CATATAN REDAKSI: DUALISME KNPI ADALAH BOM WAKTU
Dualisme kepengurusan bukan aib organisasi, tapi jadi bencana kalau Pemda ikut main. Dana hibah APBD yang harusnya untuk bina pemuda malah rawan jadi bancakan kubu tertentu.
Disporapar tidak boleh berlindung di balik kata “rekonsiliasi”. Jika ada legalitas yang sah secara hukum, akui. Jika belum, hentikan semua kucuran fasilitas & dana ke kedua kubu sampai ada keputusan inkrah. Itu baru netral.
Pemuda Sukabumi butuh rumah besar yang adil. Bukan panggung yang dibagi-bagi buat “anak emas” dan “anak tiri”.
Redaksi terbuka untuk hak jawab Disporapar, Pemkot Sukabumi, dan kubu KNPI lainnya.
Timred











































