REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Tembok bangunan bendungan Sungai Irigasi di Kampung Sawah Bera yang berlokasi RT 02/04 Kel. Dayeuhluhur Kec. Warudoyong Kota Sukabumi tersebut temboknya ambruk sudah rusak sejak lama akibat longsor dan sedimentasi. Hal itu di Ungkapkan warga kepada awak Media, pada hari Senin (30/03/2026).
Menurut warga bahwa sejak era lengser nya Presiden Suharto sampai dengan hari ini tak ada perawatan apapun dari pemerintah/lembaga terkait. Daya rusak bibir sungai tersebut cukup signifikan :
1. Tembok bibir sungai ambruk kurang lebih 40 meter.
2. Rusaknya daun pintu irigasi mengakibatkan debit air tak terkendali sehingga warga sering terdampak kebanjiran.
3. Para petani merasa terganggu proses bertaninya karena air tak lancar.
4. Jembatan satu – satu nya penghubung untuk aktivitas menuju.
perkampungan warga dikhawatirkan ambruk sebab tembok Bendungan sudah ambrol keropos terkikis air.![]()
Warga menegaskan bahwa kejadian itu sudah dilaporkan oleh pak lurah kepada DPUTR/PSDA Kota Sukabumi, Alhamdulillah dari pihak dinas sudah datang kelokasi, namun sangat di sayangkan mereka hanya mampu sebatas kontrol doang saja sebab faktanya sampai dengan hari ini kurang lebih 1 tahun tak ada langkah serius dari pihak terkait untuk memperbaiki nya.
Kondisi saat ini jika terus dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan nyata dari pemerintah dikhawatirkan bisa menimbulkan bencana besar. Apalagi lokasi bendungan irigasi tersebut berdekatan dengan posisi Masjid,Sekolah Madrasah dan pemukiman warga
Kami berharap Negara bisa hadir ditengah keluh kesah penderitaan Warga masyarakatnya. Smoga pemerintah di era Presiden Prabowo, KDM Gubernur Jabar dan Ayep Zaki Walikota Sukabumi dengan jajaran Dinas terkait bisa kroscek langsung kelapangan untuk memastikan semuanya. Semoga informasi ini bisa jadi bahan prioritas untuk secepatnya diperbaiki guna ciptakan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan dan kegiatan belajar mengajar di Madrasah MDTU BAITUL YATAMA tersebut.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait
Redaksi












































