REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Ary Nurya Rivana Aktivis sosial asal Sukabumi sekaligus pemerhati program makan bergizi gratis ( MBG ) menyebut bahwa Sony Sanjaya Wakil Ketua Badan Gizi Nasional ( BGN ) pada hari Jumat ( 06/03/2026 ) di Jakarta sudah menegaskan tentang pendaftaran mitra.
Program MBG telah resmi ditutup karena kuota mitra untuk Program MBG telah terpenuhi. Hingga saat ini, lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri dan beroperasi di berbagai Wilayah Indonesia.
Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang iming – iming menawarkan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan meminta sejumlah uang.”ujar Sony
Dia mengimbau masyarakat yang mendapat tawaran tersebut untuk segera melaporkannya kepada BGN. Laporan tersebut diperlukan agar dugaan penipuan dapat segera ditindaklanjuti dan setiap titik yang terbukti hasil transaksi jual beli akan langsung dibatalkan oleh BGN. Selain itu, calon mitra yang terlibat juga akan diblokir dari sistem mitra.bgn.go.id.
Sementara kata Ary kepada awak media pada hari Sabtu ( 07/03/2026 ) di Kantor Redaksi Reaksinews bahwa isu jual beli dapur MBG di Kota Sukabumi pun kini mencuat keruang publik.
Hal itu diketahui setelah dirinya ikut bersama awak media mewawancarai Narasumber yang tidak bersedia diungkap jadi dirinya pada hari Kamis ( 05/03/2026 ).
Menurut Narasumber bahwa jika mau buka dapur MBG di Kota Sukabumi itu harus bayar sekitar 150 juta – 200 juta per titik. Namun sangat di sayangkan dia tak menyebutkan nama oknum/lembaga yang meminta sejumlah uang tersebut.
“Untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya dibalik cerita dari Narasumber tersebut, akhirnya Team terus melakukan investigasi di lapangan,” tandasnya.
Timred












































