REAKSINEWS.COM || Kekecewaan mendalam alami sejumlah siswa berprestasi di wilayah kerja Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat. Pasalnya, mereka merasa dilepaskan tanggung jawab oleh pihak sekolah SMK Ngeri 4 maupun KCD setelah berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Menurut salah satu keluarga siswa Ade Edward Hermanto mengaku kecewa karena setelah membawa nama sekolah dan daerah hingga ke tingkat nasional, tidak ada perhatian atau apresiasi lanjutan.
“Kami sudah berjuang keras, latihan setiap hari. Tapi setelah menang, seolah tidak ada yang peduli. Sekolah SMK Negeri 4 dan KCD seakan lepas tangan,” ujarnya dengan nada kekecewaannya, Selasa (7/10/2025).
Keluhan tersebut juga diamini oleh orang tua siswa yang menilai bahwa dukungan pihak sekolah dan KCD Wilayah 5 masih minim, terutama dalam pembinaan dan pendampingan pasca lomba.
“Anak-anak ini juara bukan karena fasilitas, tapi semangat pribadi. Setelah juara pun, mereka tidak diperhatikan,” kata salah satu wali murid lagi.
Sementara itu, sejumlah guru menyebutkan bahwa persoalan ini terjadi karena kurangnya koordinasi dan perhatian dari pihak KCD, terutama dalam hal tindak lanjut pembinaan siswa berprestasi.
“Kami di sekolah sudah berupaya, tapi tanpa dukungan dari atas, anak-anak jadi patah semangat,” ujar seorang guru SMK Negeri 4 yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak KCD Wilayah 5 belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan lepas tanggung jawab tersebut.
Para siswa berharap agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat lebih memperhatikan nasib siswa berprestasi, agar motivasi dan semangat generasi muda tidak padam hanya karena kurangnya perhatian dari lembaga pendidikan.
Tim











































