REAKSINEWS.COM || Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan mengungkap adanya kelompok yang diduga menganut paham anarkisme dan berafiliasi dengan jaringan internasional. Kelompok ini berawal dari empat orang yang diamankan di Bandung dan memiliki keterkaitan dengan seorang narapidana di lapas setempat.
Dari hasil investigasi, mereka diketahui terhubung dengan kelompok luar negeri melalui aksi-aksi perusakan yang dipublikasikan di media sosial.
Menurut Kapolda Jabar, komunikasi dengan pihak luar negeri terjalin setelah aksi mereka dianggap sejalan dengan paham anarkisme global. Kelompok ini kemudian menerima dukungan finansial berupa aliran dana puluhan juta rupiah melalui PayPal dan dompet digital dari beberapa pihak dengan identitas samaran di luar negeri.
Selain empat orang inti, kelompok ini juga memiliki banyak simpatisan, termasuk dari kalangan remaja dan pelajar yang diduga telah terpengaruh doktrin anarkisme.
Kasus ini tidak hanya melibatkan Jawa Barat, tetapi juga merentang ke sejumlah daerah lain. Polda Jabar telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, serta Mabes Polri, Bareskrim, dan Densus 88 untuk menelusuri aktor intelektual di balik jaringan tersebut. Kapolda menegaskan bahwa kelompok ini berbeda dengan radikalisme, karena lebih dilatarbelakangi kekecewaan sosial dan ekonomi, serta doktrin yang mereka peroleh dari bacaan dan informasi di internet.
Red












































