REAKSINEWS.COM || LEBAK – Pelayanan kesehatan di RSUD Malingping kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kritik keras datang dari Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Asep Basri.
Pria yang akrab disapa Kakang Prabu ini mengecam keras penanganan medis pihak RSUD Malingping terhadap seorang pasien darurat bernama Aldi Renaldi, warga Kampung Sinarpul, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Aldi Renaldi dilarikan ke RSUD Malingping dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan karena mengalami muntah darah. Namun sesampainya di rumah sakit, penanganan yang diterima dinilai sangat minim dan jauh dari standar kegawatdaruratan.
Pihak keluarga mengeluhkan, pasien hanya diperiksa seadanya tanpa ada tindakan medis lanjutan yang maksimal untuk menghentikan pendarahan maupun mencari penyebabnya. Ironisnya, dalam kondisi lemas, Aldi justru diminta pulang oleh pihak rumah sakit dan diarahkan untuk pergi ke puskesmas keesokan harinya hanya untuk melakukan cek dahak.
Mendengar laporan tersebut, Asep Basri mengaku sangat terpukul sekaligus geram dengan sikap acuh tak acuh oknum pelayanan di RSUD Malingping. Ia menilai, tindakan memulangkan pasien muntah darah tanpa perawatan intensif adalah bentuk pengabaian nyata terhadap keselamatan nyawa manusia.
“Ini sangat miris dan tidak masuk akal! Pasien datang dalam kondisi bertaruh nyawa karena muntah darah, tetapi penanganan medisnya sangat minim. Bukannya dirawat intensif, malah disuruh pulang dan dialihkan ke puskesmas besoknya. Di mana hati nurani dan tanggung jawab profesi mereka sebagai pelayan kesehatan?” ujar Kakang Prabu dengan nada kecewa.
Ia menegaskan, fasilitas kesehatan milik pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masyarakat, bukan justru mempersulit penanganan pasien kritis.
“Saya meminta pihak Dinas Kesehatan mengevaluasi kinerja RSUD Malingping secara keseluruhan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, jika keluhan ini diabaikan, pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Dan jika hal ini diabaikan atau pihak RS melakukan bantahan sebagai bentuk pembelaan diri, kami akan lakukan aksi unjuk rasa menuntut pelayanan RSUD Malingping agar lebih mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak RSUD Malingping.
Penulis : (NA)
Editor : Redaksi




































