REAKSINEWS.COM || LEBAK – Proyek pembangunan toilet di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dikabarkan telah rampung dikerjakan. Namun ironisnya, fasilitas senilai Rp1 miliar tersebut diduga belum bisa difungsikan karena belum tersedia pasokan air bersih.
Kondisi ini pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Sebagai fasilitas umum yang dibangun dengan uang negara, toilet seharusnya sudah bisa dimanfaatkan warga begitu pekerjaan dinyatakan selesai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Reaksinews, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan upaya konfirmasi kepada mandor di lapangan pun belum mendapat respons.
Tanpa adanya klarifikasi, berbagai pertanyaan soal kejelasan penyelesaian pekerjaan dan kesiapan operasional toilet tersebut pun belum terjawab.
Padahal, setiap proyek yang bersumber dari anggaran negara wajib dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan, serta memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai peruntukan.
Ketua Aliansi Indonesia Lebak Angkat Bicara
Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Lebak, Toni Firmansyah, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia mengaku akan segera meminta penjelasan resmi dari dinas terkait.
“Kalau benar informasi tentang proyek pembangunan toilet di Alun-alun Rangkasbitung seperti demikian, saya akan segera membuat surat permohonan kepada dinas terkait untuk memanggil dan memfasilitasi agar pihak pelaksana dihadirkan dan memberikan penjelasan kepada teman-teman lembaga lainnya,” ujar Toni.
Menurutnya, langkah itu penting untuk mendapatkan kejelasan terkait proyek yang kini menjadi sorotan publik.
Ia juga menegaskan akan menempuh jalur hukum jika permohonannya tidak diindahkan.
“Dan jika pihak dinas tidak mau memenuhi permohonan tersebut, maka saya akan melayangkan surat laporan resmi tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Penataan Pedestrian dan Toilet Alun-alun Rangkasbitung Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1 miliar ini,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait belum berhasil dimintai keterangan.
Sumber : (Dra)




































