REAKSINEWS.COM || SUKABUMI – Sebuah langkah progresif dan penuh kesejukan baru saja ditunjukkan oleh elemen masyarakat di Kota Sukabumi. Forum Warga Cibeureum Bersatu (FORWACIB) secara resmi menggelar acara Konsolidasi dan Tasyakuran Akbar dengan mengusung tema yang sarat akan makna mendalam: “Dari Konsolidasi Menuju Aksi Nyata, Kuat Karena Bersatu, Tumbuh Karena Bersyukur”, bertempat di Cape Bangladesh Mie, Jalan Jalur Salakaso Fly Over, Kelurahan Babakan , Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi, hari Senin, tanggal (29/06/2026).
Acara yang berlangsung khidmat pada Senin (29/6/2026) ini menjadi bukti nyata bagaimana organisasi kemasyarakatan (ormas), kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan jajaran pemerintah bisa duduk bersama satu meja. Mengesampingkan ego sektoral, seluruh elemen yang hadir berkomitmen penuh untuk mengawal pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.
Selain dihadiri ratusan anggota forum, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Sukabumi yang diwakili oleh Asda III, jajaran Kodim 0607, Polsek Cibeureum, Pemerintah Kecamatan Cibeureum, Pemdes/Kelurahan Babakan, tokoh masyarakat, alim ulama, serta pimpinan ormas se-Kota Sukabumi.
Apresiasi Tinggi Pemerintah Kota Sukabumi terhadap Kiprah FORWACIB
Pemerintah Kota Sukabumi memberikan ruang dan apresiasi yang sangat luar biasa atas konsistensi FORWACIB. Kehadiran forum ini dinilai bukan hanya sekadar nama di atas kertas, melainkan sebuah wadah perjuangan masyarakat yang hidup, bergerak, dan memberikan manfaat riil secara langsung.
Mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, S.T., M.K.M., Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum (Asda III), H.R. Imran Wardhani, A.Md.LLAJ., S.IP., M.Si., membacakan sambutan hangat yang menekankan pentingnya konsep pembangunan pentahelix (kolaborasi multipihak).
3 Pesan Strategis Wali Kota Sukabumi untuk FORWACIB:
• Kemitraan Konstruktif: Menjadi mitra strategis yang tidak hanya melayangkan kritik, tetapi juga siap memberikan solusi-solusi alternatif berbasis kearifan lokal melalui ruang dialog yang harmonis.
• Soliditas Internal: Menjadikan momentum konsolidasi ini sebagai ruang merapatkan barisan demi merumuskan program kerja taktis yang menyentuh masyarakat bawah (grassroots).
• Aksi Nyata Sosial: Tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam membantu warga yang membutuhkan, menjaga lingkungan, dan mencegah potensi kerawanan sosial.
”Kuat karena bersatu mengingatkan kita bahwa ego sektoral harus dilebur demi kepentingan yang lebih besar. Perbedaan pandangan adalah hal lumrah, namun komitmen membangun daerah harus tetap satu frekuensi,” ujar H.R. Imran Wardhani saat menyampaikan pesan tertulis Sekda Kota Sukabumi.
Lurah Babakan: “FORWACIB adalah Mitra Pengawas yang Konstruktif”
Vibe positif dan dukungan penuh juga mengalir dari tingkat pemerintahan kelurahan. Lurah Babakan, Burhanudin, S.IP., M.A.P., secara blak-blakan menyatakan rasa terima kasihnya atas kehadiran FORWACIB yang mampu menyatukan berbagai elemen warga di wilayah tugasnya. Bagi pihak kelurahan, sebuah roda pemerintahan yang sehat justru membutuhkan pengawasan yang objektif dan membangun.
”Pertama-tama kami ucapkan terima kasih karena di sini setiap orang disatukan dengan adanya FORWACIB. Kehadiran forum ini insya Allah bisa membantu kinerja pemerintahan, khususnya di Kelurahan Babakan. Kita harus bekerja sama, karena yang namanya kita kerja itu harus ada pengawas. Insya Allah, rekan-rekan bisa mengawasi kinerja kelurahan, bahkan tingkah laku saya sebagai pimpinan atau lurahnya,” ungkap Burhanudin secara terbuka dan rendah hati.
Lebih lanjut, Burhanudin berharap kebersamaan ini dapat menciptakan iklim wilayah yang semakin kondusif.
Hal ini dinilai krusial untuk mempermudah dan memperlancar berbagai program pembangunan, baik yang didanai oleh anggaran pemerintah maupun investasi dari pihak swasta yang masuk ke Kelurahan Babakan.
Menyatukan Persepsi OKP dan Ormas Jelang Pembangunan Besar
Salah satu poin penting yang mencuri perhatian dalam acara konsolidasi ini adalah ketegasan sikap dari Ketua FORWACIB mengenai arah pergerakan organisasi. Di tengah stigma negatif yang kadang melekat pada ormas, FORWACIB justru ingin membawa angin segar dengan mengedepankan pendekatan intelektual, santun, dan kolaboratif demi mewujudkan “Sukabumi Istimewa”.
Ketua FORWACIB menjelaskan bahwa semua elemen OKP, Ormas, dan LSM se-Kecamatan Cibeureum sengaja diundang untuk menyamakan frekuensi. Fokus utama mereka saat ini adalah mendukung penuh percepatan pembangunan daerah yang dijadwalkan berjalan pada tahun ini, salah satunya adalah proyek pembangunan fasilitas publik di area Lapang Merdeka.
”Kita mencoba untuk menunjukkan kebersamaan. Bukan berarti kita melarang demo, bukan menarik arti bahwa demo itu tidak boleh, bukan. Kita justru ingin bersatukan persepsi kebersamaan untuk menuju Sukabumi Istimewa. Mengapa diadakan seperti ini? Karena sebentar lagi, mudah-mudahan di tahun ini, kita mau ada pembangunan di lapang tersebut. Jangan sampai ketika nanti sudah ada pembangunan atau kegiatan, jalannya sendiri-sendiri. Hari ini kita kumpulkan bersama ketua-ketua OKP-nya, kita arahkan ke sini, dan alhamdulillah dukungan masyarakat sangat besar,” urai Ketua FORWACIB optimis.
Terkait legalitas organisasi, ia membagikan kabar baik bahwa proses administrasi di notaris telah selesai 100%, dan saat ini hanya tinggal menunggu penyelesaian verifikasi akhir di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Mengedepankan Etika, Wakil Ketua FORWACIB: “Kami Datang dengan Sopan dan Santun”
Menambahkan penjelasan dari Ketua, Wakil Ketua FORWACIB yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Acara, Ujang Taufik (atau yang akrab disapa Ujang Kujud), memaparkan bahwa pergerakan nyata FORWACIB sudah mulai dirasakan manfaatnya. Forum ini telah aktif menjalin komunikasi ke berbagai dinas (SKPD) di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Menariknya, pendekatan yang mereka gunakan jauh dari kesan intimidatif. FORWACIB mengedepankan komunikasi dua arah yang elegan, sehingga memicu respons yang sangat hangat dari para kepala dinas.
”Alhamdulillah, walaupun kita baru sebentar dibentuk, hari ini FORWACIB sudah bergerak ke beberapa dinas dan mendapatkan pernyataan yang sangat baik. Kedatangan kami ke sana sama sekali tidak arogan. Kami datang dengan sopan, kami santun, kami hanya memberikan masukan dan saran yang membangun. Mereka (pihak dinas) sangat menerima dengan antusias,” tutur Ujang Kujud tersenyum.
Ujang berharap, ke depannya jalinan koordinasi dan komitmen kebaikan ini tidak berubah, melainkan terus berkelanjutan demi kesejahteraan warga Cibeureum dan masyarakat Kota Sukabumi secara umum.
Ditutup dengan Doa dan Harapan Baru
Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan ini kemudian ditutup dengan sesi tausiyah keagamaan serta doa bersama. Seluruh hadirin yang datang tampak larut dalam doa, memohon agar FORWACIB senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan keberkahan oleh Allah SWT dalam menjalankan roda organisasi.
Harapan besar kini bertumpu pada sinergi ini, membawa Kecamatan Cibeureum dan Kota Sukabumi melangkah mantap menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan senantiasa “Bercahaya”. Maju terus FORWACIB! Tetap bersatu, tetap bersyukur, dan terus beraksi nyata!
Redaksi




































